Senin, 22 Februari 2016

Maafkan aku ibu

Duduk termenung di hadapan Senja Hanya rasa bersalah yang selalu datang Menyianyiakan dahulu yang pernah ada Rasa yang dulu telah hilang Tetes air mata yang tak berarti Hanya menambah sesak di dada Semuanya telah hilang dan pergi Tertusuk dalam hingga ke sukma Maafkan aku ibu, Memang sudah tak ada gunanya ku sesalkan Tapi sungguh ku  ku sangat rindu
Dan hanyalah doa yang bisa ku panjatkan.

5 komentar: